real madrid

real madrid

Jumat, 19 Oktober 2018

K3 PELEBURAN



TUGAS TEK.KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA

K3 PELEBURAN


                                          

                                     NAMA  : WAHYU ROMADHON
                                     KELAS :4IC07
                                     NPM      :27415098
      
                            
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
BEKASI
2018

SOP
R. Widodo.
Staf pengajar Program Studi Teknik Pengecoran Logam POLMAN Bandung
Misalnya Anda mendapat pertanyaan semacam ini:
Suatu bahan besi cor dengan kandungan unsur C=3%, Si=2% dan Mn=0.4% akan diubah menjadi besi cor dengan kandungan unsur C=3.2%, Si=2,2% dan Mn=0,6%. Bahan korektur yang digunakan adalah besi kasar dengan kandungan C=4%, Si=2,8% dan Mn=1,2%.Berapa % masing-masing bahan harus dimasukkan?
Peramuan bahan baku peleburan untuk menghasilkan komposisi cairan tertentu dapat dilakukan secara matematis maupun tabelis. Konsep dari perhitungan peramuan adalah mencapai sedekat mungkin komposisi yang dikehendaki melalui pengaturan jumlah masing-masing bahan baku, penggunaan bahan paduan hanya untuk melengkapi kekurangannya saja.
1. Perhitungan Matematis.
Secara matematis perhitungan dapat dilakukan sebagai berikut:
BT = 100 – A (dalam %).
Dimana:
BT = Bahan yang harus ditambahkan (korektur).A = Bahan sebelum koreksi.
Kita nyatakan kandungan unsur didalam A adalah k1, kandungan unsur didalam BT adalah k2 dan kandungan unsur yang akan dicapai didalam bahan cair adalah k3. Maka:
Pic 1 Formula
jumlah perhitungan yang harus dilakukan untuk bahan paduan dengan n unsur adalah n-1 kali. Maka untuk bahan paduan 2 unsur cukup dilakukan 1 kali perhitungan, sedangkan untuk paduan 3 unsur harus dilakukan 2 kali perhitungan dan seterusnya.
Contoh 1 (paduan 2 unsur).
Suatu bahan paduan tembaga (Cu) timah putih (Sn) dengan komposisi Sn=10% dan Cu=90% akan dikoreksi dengan menggunakan paduan CuSn dengan komposisi Sn=14% dan Cu 86% menjadi paduan dengan komposisi Sn=12% dan Cu=88%.Berapa % masing-masing bahan harus dimasukkan?

Solusi:
Kandungan unsur Cu adalah:didalam bahan awal, k1 = 90% didalam bahan korektur, k2= 86% didalam cairan yang akan dicapai, k3 = 88%
Maka:
Pic 2 Formula
Sehingga:
BT = 100 – 50% BT = 50%
Jadi untuk mendapatkan bahan dengan komposisi Sn=12% dan Cu=88%, digunakan campuran bahan baku antara bahan dengan Sn=10% dan Cu=90% sebanyak 50% ditambah bahan dengan Sn=14% dan Cu=86% sebanyak 50%.
Contoh 2 (paduan 3 unsur).
Mari kita mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan pada awal tulisan ini, dimana diketahui:
a. Komposisi target: C=3.2%, Si=2,2% dan Mn=0,6%.
b. Bahan baku 1: Besi cor dengan komposisi C=3%, Si=2% dan Mn=0.4%
c. Bahan baku 2: Besi kasar dengan komposisi C=4%, Si=2,8% dan Mn=1,2%
Berapa % masing-masing bahan harus dimasukkan?
Solusi:
Pertama-tama kita hitung kandungan C sebagai berikut:
didalam bahan awal, k1 = 3%
didalam bahan korektur, k2= 4%
didalam cairan yang akan dicapai, k3 = 3,2%
Maka:
Pic 3 Formula
Dengan demikian besi kasar yang harus ditambahkan:
BT = 100 – 80 = 20% Dalam hal kandungan Si, dimana: didalam bahan awal, k1 = 2% didalam bahan korektur, k2= 2,8%



Bila ditambah dengan Si yang terkandung didalam besi kasar sebanyak 20%, maka k3 menjadi:
Pic 4 Formula
Sampai saat ini kandungan unsur Si masih kekurangan sebanyak 0,04%, sehingga diperlukan bahan paduan ferosilikon (FeSi). Selain itu masih harus diperhatikan bahan hilang terbakar (melting loss) unsur Si pada setiap peleburan adalah 10%.
Perhitungan berikutnya adalah untuk menentukan kandungan unsur Mn, sebagai bertikut:
didalam bahan awal,k1=0,4% didalam bahan korektur, k2= 1,2%
Bila ditambah dengan Mn yang terkandung didalam besi kasar sebanyak 20%, maka k3 menjadi:
Pic 5 Formula
Sebagaimana Si, kandungan unsur Mn pun masih kekurangan sebesar 0,04%. Maka bahan paduan feromangan (FeMn) perlu ditambahkan dengan memperhatikan faktor bahan hilang terbakar untuk unsur Mn adalah antara 15% – 20%.
2. Perhitungan Tabelis.
Untuk melakukan perhitungan peramuan paduan dengan banyak unsur, cara matematis seperti diatas dirasakan kurang praktis. Perhitungan matematis pada akhirnya hanya digunakan pada kasus-kasus koreksi, yaitu apabila dalam suatu pengujian terhadap cairan pada proses peleburan diketahui adanya kekurangan pada salah satu kandungan unsur paduannya.
Metode tabel, apalagi bila ditunjang dengan perangkat lunak spreadsheet akan jauh lebih mudah dilakukan terhadap bahan paduan dengan unsur yang berjumlah banyak.
Contoh diatas adalah, perhitungan peramuan untuk suatu bahan besi cor dengan komposisi tertentu, kandungan unsur-unsur pada setiap bahan baku yang digunakan (misalnya besi bekas, besi kasar, besi kasar hematite dan bahan daur ulang) disusun sedemikian rupa dalam suatu tabel. Kemudian kontribusi (%) masing masing dihitung dan dijumlahkan, sehingga akan menghasilkan kontribusi total yang mendekati komposisi yang diinginkan.
Langkah-langkah perhitungan adalah sebagai berikut:
Langkah 1: Buat kolom-kolom tabel sebagaimana contoh. Jumlah baris disesuaikan dengan jumlah bahan baku yang akan digunakan dan jumlah lajur disesuaikan dengan jumlah unsur yang akan dihitung.
Pic 6 Table
Langkah 2: Isi kolom komposisi yang diinginkan sebagai acuan perhitungan.
Pic 7 Table
Langkah 3: Isi kolom bahan baku serta lengkapi kolom-kolom kandungan unsur didalam bahan baku. Pilih bahan baku yang memiliki kandungan unsur-unsur mendukung perhitungan.
Pic 8 Table
Langkah 4: Perkirakan peresentase bahan baku yang akan digunakan. Catatan, gunakan bahan baku terbanyak yang termurah. Ingat, jumlah persen total harus 100%.
Pic 9 Table
Langkah 5: Hitung kontribusi kandungan unsur-unsur terhadap komposisi, yaitu dengan mengalikan setiap unsur paduan dengan persentase penggunaan bahan baku. Kemudian jumlahkan kebawah untuk mendapatkan hasil subtotal kontribusi.
Pic 10 Table
Langkah 6: Hitung tambahan bahan paduan maupun bahan-bahan terbakar dan tambahan unsur S dari kokas. Kemudian jumlahkan hasilnya dengan subtotal kontribusi sehingga menghasilkan komposisi hasil perthitungan.
Pic 11 Table
Langkah 7: Teliti komposisi hasil perhitungan. Bila tidak sesuai dengan komposisi yang diharapkan ubah-ubah persentase penggunaan bahan baku sedemikian rupa sehingga hasil perhitungan dapat mendekati komposisi yang diharapkan. Ingat jumlah persen harus tetap 100%.
Pic 12 Table
Tabel hasil akhir suatu perhitungan peramuan
Untuk selanjutnya persentase hasil perhitungan dikalikan dengan jumlah muatan total tanur.
Pic 13 Table BeratTabel berat masing-masing bahan baku.
Jangan lupa mengalikan tambahan bahan paduan FeMn, yaitu 0,2% x 200 kg = 0,4 kg. Karena kandungan Mn didalam bahan paduan FeMn adalah 45%, maka bahan paduan FeMn yang harus diberikan menjadi:
FeMn = 0,4/45% = 0.9 kg.
Lakukan penimbangan bahan baku sesuai SOP (Standard Operation Procedure).





K3
Cukup tingginya tingkat angka kecelakaan kerja yang disebabkan oleh perilaku pekerja yang tidak aman mengakibatkan banyak perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan. Sedangkan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja (K3) itu sendiri menurut beberapa penelitian sebelumnya dipengaruhi secara signifikan oleh budaya keselamatan. Dengan demikian, untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja harus dimulai dengan membentuk budaya keselamatan yang baik dalam perusahaan. Beberapa penelitian tentang budaya keselamatan pada industri manufaktur yang ada belum secara spesifik membahas mengenai industri peleburan logam. Studi kasus dilakukan di PT. X, sebuah perusahaan peleburan alumunium, dimana dari hasil investigasi yang dilakukan oleh perusahaan, ditemukan bahwa sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan oleh perilaku tidak aman pekerja, dan 71,8 % pekerja yang terlibat kecelakaan berasal dari departemen produksi. Penelitian diawali dengan membuat hipotesa model yang tediri dari 13 faktor budaya keselamatan dan satu faktor perilaku K3. Model ini kemudian dievaluasi menggunakan model persamaan struktural dengan partial least square (SEM PLS). Data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara dan pengamatan perilaku terhadap karyawan Departemen Produksi PT. X menggunakan kuisioner. Hasil evaluasi model menunjukkan bahwa 2 faktor tidak memberikan pengaruh terhadap Perilakui K3, 6 faktor memberikakn pengaruh negatif terhadap Perilaku K3, dan 5 faktor memberikan pengaruh positif terhadap Perilaku K3. Faktor yang berpengaruh paling besar terhadap Perilaku K3 adalah faktor Keterlibatan pekerja


PENGERTIAN (DEFINISI) K3 MENURUT FILOSOFI (MANGKUNEGARA)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.

PENGERTIAN (DEFINISI) K3 MENURUT KEILMUAN
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua Ilmu dan Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK),kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.
PENGERTIAN (DEFINISI) K3 MENURUT OHSAS 18001:2007
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja.
Ketiga versi pengertian K3 di atas adalah pengertian K3 yang umum (paling sering) digunakan di antara versi-versi pengertian K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) lainnya.
























KESIMPULAN :
Keselamatan kerja pada proses peleburan sangatlah penting karena itu kita harus memahami proses K3 pada keselamatan peleburan agar kita bisa mencegah hal-hal yang tidak di inginkan terjadi


DAFTAR PUSTAKA :


Rabu, 14 Juni 2017

Pengertian Wawasan Nusantara


          Wawasan nusantara adalah sebuah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia dimulai dari lingkungannya dan mengutamakan persatuan serta kesatuan wilayah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Wawasan nusantara adalah sikap dan cara pandang warga negara Indonesia yang didasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila. Dalam menjalankan wawasan nusantara, diutamakan untuk memenuhi kesatuan wilayah dan menghargai perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan nasional. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak daerah bahkan pulau yang masih belum berpenghuni. Banyaknya suku bangsa dan kebudayaan yang berbeda membuat negara Indonesia kaya dengan beragam asetnya. Perbedaan ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang luas dan memiliki banyak keragaman dari ujung Aceh hingga Papua.
Meskipun berbeda, Indonesia bsia bersatu karena memiliki Pancasila dan dan UUD yang bisa menyatukan perbedaan tersebut sehingga sikap bangsa Indonesia bisa menghargai satu sama lain. Dengan begitu kita harus memiliki sikap dengan toleransi yang cukup tinggi dan menghargai setiap perbedaan yang ada.

Aspek Wawasan Nusantara

Berikut ini kami sajikan beberapa aspek wawasan nusantara.
1. Aspek kewilayahan nusantara
Aspek ini memperhatikan daerah, wilayah nusantara dimana Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman jenis flora dan fauna.
2. Aspek sosial budaya
Yang kedua dari aspek wawasan nusantara adalah sosial budaya dimana kita harus menghargai setiap budaya yang berbeda yang dimiliki oelh berbagai daerah di Indonesia. Dengan begitu mencegah adanya konflik intern antar warga negara. Jadi perbedaan yang ada di Indonesia harus menjadi senjata untuk membuat negara ini semakin maju dan bersatu sehingga Indonesia semakin kuat dan kokoh.

Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara dimana cara pandang yang ada dalam nusantara untuk mencapai keutuhan nasional. Jadi hakikat wawasan nusantara adalah dimana sikap dan tidak kita menunjukkan bahwa kita adalah warga negara Indonesia yang memiliki peran penting untuk memajukan Indonesia. Dengan begitu setiap orang bisa berpartisipasi dalam kesatuan negara Indonesia. Hal ini bisa mencegah perpecahan antar warga negara yang sering menimbulkan masalah dalam negara. Oleh karena itu dengan berpedoman pada wawasan nusantara kita bisa menjaga keutuhan bangsa dengan mendukung pembangunan nasional yang sesuai dengan tujuan nasional. Kondisi ini diwujudkan untuk mencapai tujuan nasional yang berhasil.

Fungsi Wawasan Nusantara

Berikut ini adalah fungsi dari wawasan nusantara.
1. Mampu menjaga konsepsi ketahanan nasional dimana konsep pembangunan nasional, pertahanan kemanan dan kewilayahan.
2. Wawasan pembangunan yang memiliki cakupan politik, kesatuan ekonomi bahkan kesatuan sosial dan politik yang berdampak pada kesatuan pertahanan dan keamanan.
3. Wawasan pertahanan keamanan dimana wawasan nusantara bisa menjaga keutuhan dan kemananan negara yang menjadi kekuatan negara.
4. Dan yang terakhir adalah wawasan wilayah yang berkaitan dengan perbatasan negara.
KESIMPULAN :
          Wawasan nusantara adalah sikap dan cara pandang warga negara Indonesia yang didasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila. Dalam menjalankan wawasan nusantara, diutamakan untuk memenuhi kesatuan wilayah dan menghargai perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan nasional.
SUMBER :
http://genggaminternet.com/wawasan-nusantara-dan-pengertian-wawasan-nusantara/

Rabu, 07 Juni 2017

Pengertian Geostrategi

Pengertian Geostrategi

A. Pengertian Geostrategi Indonesia
            Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan bermartabat.
Geostrategi berasal dari kata geo yang berarti bumi, dan strategi diartikan sebagai usaha dengan menggunakan segala kemampuan atau sumber daya baik SDM maupun SDA untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu geostrategi Indonesia sebagai suatu cara atau metode dalam memanfaatkan segenap konstelasi geografi negara Indonesia dalam menentukan kebijakan, arahan serta sarana-sarana dalam mencapai tujuan seluruh bangsa dengan berdasar asas kemanusiaan dan keadilan sosial.
B. konsepsi Geostrategi Indonesia
Konsep geostrategi Indonesia pada hakekatnya bukan mengembangkan kekuatan untuk penguasaan terhadap wilayah di luar Indonesia atau untuk ekspansi terhadap negara lain, tetapi konsep strategi yang didasarkan pada kondisi metode, atau cara untuk mengembangkan potensi kekuatan nasional yang ditujukan untuk pengamanan dan menjaga keutuhan kedaulatan Negara Indonesia dan pembangunan nasional dari kemungkinan gangguan yang datang dari dalam maupun dari luar negeri. Untuk mewujudkan geostrategis Indonesia akhirnya dirumuskan Bangsa Indonesia dengan Ketahanan Nasional Republik Indonesia.
C. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia
            Konsep geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada tanggal 10 Juni 1948 di Kotaraja. Namun sayangnya gagasan ini kurang dikembangkan oleh para pejabat bawahan, karena seperti yang kita ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember 1948, sehingga kurang berpengaruh. Dan akhirnya, setelah pengakuan kemerdekaan 1950 garis pembangunan politik berupa “ Nation and character and building “ yang merupakan wujud tidak langsung dari geostrategi Indonesia yakni sebagai pembangunan jiwa bangsa.
D. Tujuan Geostrategi Indonesia
     Berbagai konsep dasar serta pengembangan geostrategi Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk:
1. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional baik yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial budaya, bahkan aspek-aspek alamiah. Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistansi hidup Negara dan Bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. [1]
2. Menunjang tugas pokok pemerintah Indonesia dalam :
a. Menegakkan hukum dan ketertiban (law and order)
b. Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity)
c. Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity)
d. Terwujudnya keadilan hukum & keadilan sosial ( yuridical justice & social justice)
e. Tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri (freedom of the people)
Geostrategi Indonesia berawal dari kesadaran bahwa bangsa dan negara ini mengandung sekian banyak anasir-anasir pemecah belah yang setiap saat dapat meledak dan mencabik-cabik persatuan dan kesatuan bangsa.  Dalam era kepemimpinan Habibie dapat disaksikan dengan jelas bagaimana hal itu terjadi beserta akibatnya.  Tidak hanya itu saja, tatkala bangsa kita lemah karena sedang berada dalam suasana tercabik-cabik maka serentak pulalah harga diri dan kehormatan dengan mudah menjadi bahan tertawaan di forum internasional.  Disitulah ketidakberdayaan kita menjadi tontonan masyarakat internasional, yang sekaligus, apabila kita sekalian sadar, seharusnya menjadi pelajaran berharga.


SUMBER: 
http://rimanov80.blogspot.co.id/2017/06/pengertian-geostrategi.html

Kamis, 27 April 2017

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA DENGAN UUD 45

Menurut Prof. Dr. Notonagoro:

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya..

Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. Semua itu terjadi karena pemerintah dan para pejabat tinggi lebih banyak mendahulukan hak daripada kewajiban. Padahal menjadi seorang pejabat itu tidak cukup hanya memiliki pangkat akan tetapi mereka berkewajiban untuk memikirkan diri sendiri. Jika keadaannya seperti ini, maka tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika keseimbangan itu tidak ada akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan.

Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang. Apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini. Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat, sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.

Sebagaimana telah ditetapkan dalam UUD 1945 pada pasal 28, yang menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan, dan sebagainya, syarat-syarat akan diatur dalam undang-undang. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifat demokrasi. Pada para pejabat dan pemerintah untuk bersiap-siap hidup setara dengan kita. Harus menjunjung bangsa Indonesia ini kepada kehidupan yang lebih baik dan maju. Yaitu dengan menjalankan hak-hak dan kewajiban dengan seimbang. Dengan memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang selama ini kurang mendapat kepedulian dan tidak mendapatkan hak-haknya.

HAK DAN KEWAAJIBAN WARGA NEGARA :

1.  Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara Wujud hubungan warga negara dan negara pada umumnya berupa peranan (role).

2.  Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945.

Hak Warga Negara Indonesia :

–   Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas

pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).

–   Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).

–   Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).

–   Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”

–   Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi

meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)

–   Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).

–   Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta

perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).

–   Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,

hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).

Kewajiban Warga Negara Indonesia  :

–   Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi :

segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan

dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

–   Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945

menyatakan  : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya

pembelaan negara”.

–   Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan :

Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain

–   Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.”

–   Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.”

Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27, 28, dan 30, yaitu :

1.  Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.

2.  Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam

hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

3.  Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.


4.  Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.


Kesimpulan:

Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan.
2.Warga Negara adalah orang-orang yang secara resmi ikut menjadi bagian dari penduduk yang dimana mereka menjadi salah satu unsur negara.
3. Asas kewarganegaraan adalah dasar berpikir dalam menentukan masuk tidaknya seseorang dalam golongan warga negara dari suatu negara tertentu.
4.Warga negara Indonesia adalah seseorang yang memiliki ikatan secara hukum dengan negara Indonesia. Hal tersebut tercantum dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945Pasal 26.
5. Contoh Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia
Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesiatercantum pada UUD 1945 pasal 26,27,28, dan 30.
·Contoh Hak Warga Negara:
a. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
b. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
c. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan
·         Contoh Kewajiban Warga Negara :
a. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
b. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)

Daftar Pustaka:

Konstitusionalisme

Konstitusionalisme
Konstitusionalisme merupakan pemikiran yang menghendaki pembatasan kekuasaan. Constitutionalism is a belief in imposition of restrains on government by means of a constitution.Konstitusioalisme adalah suatu keyakinan yang menghendaki pembatasan terhadap pemerintah melalui sebuah konstitusi.
Dalam Encyclopaedia Britannica tentang constitutionalism dijelaskan sebagai berikut.
This means that public authority is to be exercised according to law; that state and civic institutions, executive and legislative powers, have their source in a constitution, which is to be obeyed and not departed from at the whom of the government of the day: in short, a government of law and not of law. To a greater or lesser degree the idea implicit in the word is respected in every country with a written constitution and in none more than the United Kingdom with its unwritten constitution. It is latent in Lord Chesterfield’s oft-quoted dictum in the 18th century: “England is the only Monarchy in the world that can properly be said to have a constitution.” It is this idea, and the esteem in which it is held, that will ensure that administrative law and delegated legislation adapt themselves to the parliamentary sovereignty and the rule of law.

Menurut Carl J. Friedrich, konstitusionalisme adalah gagasan bahwa pemerintah merupakan suatu kumpulan aktivitas yang diselenggarakan atas nama rakyat, tetapi yang tunduk kepada beberapa pembatasan yang dimaksud untuk memberi jaminan bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah.
“… a set of activities organized and operated on behalf of the people but subject to a series of restrains which attempt to ensure that the power which is needed for such governance is not abused by those who are called upon to do the governing.” 
Menurut Mc Ilwan, ada dua unsur fundamental dari paham konstitusionalisme, yaitu batas-batas hukum terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang dan pertanggungjawaban politik sepenuhnya dari pemerintah kepada yang diperintah.Senada dengan itu Soetandyo Wignjosoebroto berpendapat, ide konstitusionalisme sebagaimana bertumbuh kembang di bumi aslinya, Eropa Barat, dapat dipulangkan ke dua esensi yakni:
Esensi pertama ialah konsep “negara hukum” (atau di negeri-negeri yang terpengaruh oleh sistem hukum Anglo Saxon disebut rule of law) yang menyatakan bahwa kewibawaan hukum secara universal mengatasi kekuasaan negara, dan sehubungan dengan itu hukum akan mengontrol politik (dan tidak sebaliknya). Esensi kedua ialah konsep hak-hak sipil warga negara yang menyatakan bahwa kebebasan warga negara dijamin oleh konstitusi dan kekuasaan negara pun akan dibatasi oleh konstitusi, dan kekuasaan itu pun hanya mungkin memperoleh legitimasinya dari konstitusi saja.

Meskipun ide konstitusionalisme berasal dari Barat tetapi pada perkembangannya ternyata dapat diterima hampir di seluruh dunia.Pengaruh Barat yang sering dianggap tidak sesuai dengan masyarakat setempat sehingga dianggap sebagai pengaruh negatif tidak berlaku untuk ide konstitusionalisme.
Berdasarkan ide konstitusialime semua pemegang kekuasaan harus dibatasi. Tidak ada satu pihak atau lembaga pun yang boleh memiliki kekuasaan tanpa batas. Sebaliknya, setiap pemberian kekuasaan senantiasa perlu disertai dengan pembatasan kekuasaan. Dengan demikiaan pemikiran yang mengakui atau menghendaki keberadaan lembaga yang memiliki kekuasaan tanpa batas tidak sesuai dengan konstitusionalisme.
Kesimpulan:
Konstitusionalisme mengatur dua hubungan yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu: Pertama, hubungan antara pemerintah dengan warga Negara; dan Kedua, hubungan antara lembaga pemerintahan yang satu dengan yang lain. Karena itu, konstitusi dimaksudkan untuk mengatur mengenai tiga hal penting, yaitu: (a) menentukan pembatasan kekuasaan organ-organ Negara, (b) mengatur hubungan antara lembaga-lembaga Negara yang satu dengan yang lain, dan (c) mengatur hungan kekuasaan antara lembaga-lembaga Negara dengan warga Negara.
Dapat dirumuskan beberapa fungsi konstitusi  yang sangat penting baik secara akademis maupun dalam praktek. Fungsi konstitusi yaitu:
   1.Menentukan pembatasan terhadap kekuasaan sebagi fungsi konstitusionalisme.
   2.Memberi legitimasi terhadap kekuasaan pemerintah.
   3.Sebagai instrument untuk mengalihkan kewenangan dari pemegang kekuasaan asal (baik rakyat dalam system demokrasi atau raja dalam system monarki) kepada organ-organ kekuasaan Negara.
   4.Sebagai kepala Negara simbolik.
   5.Sebagai kitab suci simbolik dari suatu agama civil atau syari’at Negara.


DAFTAR PUSTAKA: